Sebelum membicarakannya lebih jauh tentang Murid Tuhan Yesus bernama Yakobus, perlu bagi kita untuk mengerti bahwa ada beberapa nama Yakobus yang dicatat dalam perjanjian baru:
- Yakobus anak Zebedeus, nelayan di Galilea bersama adiknya Yohanes dipanggil menjadi murid oleh Tuhan Yesus.
- Yakobus adik Yesus (Mat. 13:55), sesudah kebangkitan Kristus ia menjadi pemimpin gereja Kristen Yahudi di Yerusalem. (Galatia 1:19, 2:9, Kis. 12:17) dll.
- Yakobus anak Alfeus, salah seorang murid Tuhan Yesus yang jarang disebutkan dalam pelayanan atau catatan kitab Injil. Kita tidak menemukan banyak catatan tentang murid yang menjadi pokok bahasan kita ini.
Menurut beberapa komentar, Yakobus anak Alfeus sering juga disebut Yakobus Muda (bandingkan dengan Markus 15:40) istilah muda ho micros = yang kecil. Menunjuk pada pembedaan dengan Yakobus anak Zebedeus. Mungkin ia lebih muda atau perawakannya lebih kecil? Tidak ada keterangan lebih. Jika Yakobus muda, benar-benar adalah Yakobus anak Alfeus, maka dapat terjadi Yakobus anak Alfeus adalah saudara sepupu Tuhan Yesus. (bandingkan dengan Matius 27:56, markus 15:40, dan Yohanes 19:25). Berdasarkan beberapa catatan sederhana di atas, tidak berarti behwa Yakobus tidak melakukan sesuatu dalam pelayanan. Sebab keberadaannya dalam pelayanan para murid didasarkan pada panggilan Tuhan Yesus Kristus. Panggilan pelayanan yang tentu begitu penting Itulah sebabnya para rasul secepatnya memilih seorang pengganti dari Yudas Iskariot, bukan hanya karena perlunya seorang pengganti tetapi karena pelayanan pekabaran Injil yang semakin meluas. Menurut legenda Yakobus anak Alfeus memberitakan Injil di Persia dan mati disalib di sana, walau memang kita tidak memiliki informasi yang cukup dapat dipercaya berhubungan dengan pelayanan di Siria. Hal lainnya, jika Yakobus adalah saudara sepupu Yesus, maka tidak juga nampak dalam pelayanan Yakobus merasa lebih dari pada murid yang lain, karena keberadaannya sebagai saudara dari Yesus. Bahkan keberadaannya pun “seakan-akan” tenggelam di tengah-tengah pelayanan murid-murid lainnya.
Catatan yang terbatas ini, mengemukakan beberapa hal prinsip:
- Dasar pelayanan adalah panggilan Tuhan Yesus Kristus; bagi orang percaya untuk ambil bagian dalam pelayanan pemberitaan Injil.
- Ukuran keberhasilan sebuah pelayanan bukan teretak pada, apakah kita dikenal oleh banyak orang tetapi pada apakah kita setia melayani-Nya sesuai dengan keberadaan kita dan melayani-Nya dengan setia sampai akhir.
- Panggilan pelayanan adalah untuk memberitakan Injil bukan untuk mencari popularitas, nama atau apapun.
- Kedudukan jabatan hubungan dekat, hubungan keluarga atau apapun yang dimiliki oleh seorang pelayan tidak menjadi alasan oleh karena itu ia melayani, serta bertindak menurut keinginannya, tetapi semata-mata karena keinginan Tuhan.
Bagaimana dengan kita?
Sumber : http://gkkgading.wordpress.com/2009/03/16/yakobus-anak-alfeus/
Related Posts